Sabtu, 24 Maret 2012 0 komentar

Nothing Happens


Sekarang aku dan kamu sendiri.
Apa yang terjadi?
Tak ada.
Aku sembunyi dibalik tembok kepura-puraan. Dan kamu, tetap menjalani aktivitas segudangmu tanpa namaku disetiap helaan nafas.

Lalu, bagaimana seandainya jika salah satu dari kita sudah tak sendiri? Lebih tepatnya, bagaimana seandainya kamu sudah tak sendiri?
Apa yang terjadi denganku?

Aku tahu suatu saat nanti kamu mungkin (dan pasti) akan berdampingan dengan sebuah raga. Kamu juga akan memberi keleluasaan pada sebuah nama untuk mengisi setiap hari-harimu. Dan jika itu bukan aku. Apa aku siap menerimanya?

Membayangkannya saja aku merasa tulangku ngilu.
Kamis, 08 September 2011 2 komentar

Saat tangan itu kujabat


Jika jatuh cinta pada pandangan pertama itu benar-benar ada, maka bertahun-tahun yang lalu aku telah sukses dibuat jatuh cinta pada saat mata ini pertama kali menatapnya. Dialah satu-satunya orang yang untuk beberapa waktu membuatku lupa akan pria berkacamata dan berkumis tipis (tegetebete) yang kusuka mati-matian. #bahkan sampai sekarang

Beberapa hari yang lalu aku diberi kesempatan menatap matanya lagi, setelah sekian lama aku hanya berkemampuan meliriknya di jendela maya. Saat itu kita juga sempat berjabat tangan.

“Maafin gue ya.” Itu katamu. Aku baru sadar, ini pertama kali aku bertemu dengannya selepas libur hari raya.

Anehnya, ketika aku dan dia saling melempar senyum dan saat tangan kita bersentuhan, aku sudah tak merasa deg-degan lagi, aku tak gugup lagi, dan kakiku tak gemetar lagi.
Apa yang terjadi, apa telah terjadi evaporasi dengan perasaanku untuknya hingga ke stratosfer dan tak bersisa sedikitpun untuk membuatku kuat menunggunya lebih lama lagi?
Apa sekarang aku telah menyerah pada waktu?
Apa aku telah menyerah pada keadaan?
Menyerah pada ketidakmampuanku sendiri?
Kenyataannya, aku memang telah memutuskan untuk menyerah pada takdir. Takdir bahwa kau telah memilih jalan bahagiamu sendiri bersamanya.

Aku bersyukur.
Terima kasih Tuhan, Kau telah membuatku tak seperti orang gila lagi saat tangan itu kujabat dan mata itu kutatap. :)
Kamis, 07 Juli 2011 0 komentar

Kembali tentang dia


Hampir seluruh populasi di semesta ini ku yakin akan sependapat jika menunggu itu ialah sesuatu yang membosankan dan terlebih lagi.. membuang-buang waktu.
Aku selalu setuju dengan pernyataan itu. Terlebih jika hal yang kita tunggu itu ialah sesuatu yang KURANG pasti. Maksudnya TIDAK pasti sama sekali.

Lalu apa kabarnya dengan waktu yang kugunakan untuk menunggu seorang tegetebete? Terlalu banyak waktu terbuang.
Hampir 3 tahun, itu artinya hampir 1000 malam kugunakan untuk menunggu perasaannya, perasaan si kacamata, perasaan si kumis tipis, dan perasaan.. si pacar orang itu. -,-

Jujur aku tak pernah tau sampai kapan.
Sejauh ini sepertinya hanya angin yang menjembatani perasaanku untuknya. Mungkin sampai waktu yang Tuhan beri untukku habis. Entahlah, semua jawabannya jauh lebih kasat mata dari angin yang masih bisa dirasakan.

Bogor, 22 Juni 2011
Disebuah kamar berukuran 4x3 m dengan keadaan hati yang jauh lebih temaram dari terangnya lampu kamar.
Rabu, 15 Juni 2011 0 komentar

Kau kah kedamaian itu


Aku sangat menikmati saat-saat ketika mata teduhnya itu menatapku. Kurasakan damai menjalar hingga relung hati tergelap yang mungkin tak terjamah sebelumnya.
Akan ku ceritakan pada semesta bagaimana perasaanku ketika mendengar tawa ringannya. Serasa beban masalah hilang, terbang dibawa burung-burung kecil yang seakan tak pernah kehabisan bahan bakar. Menjauh dan tak pernah kembali.

Tentang semua perasaanku ini hanya Tuhan dan aku yang tahu. Membaginya pada orang lain bukanlah jalan yang akan aku pilih.
Meskipun aku tahu dia tak pernah diciptakan untukku, dan dia tak pernah tahu betapa berartinya dia untukku. Aku berterima kasih karena Tuhan telah menciptakan dia disini, didekatku.

Izinkan aku sekali saja mencium pipinya yang memerah saat terusap sinar matahari.
Izinkan aku sekali saja memeluknya dibawah hujan ringan dan membuat semua orang iri.
Dan izinkan aku untuk selalu dapat menggenggam tangannya jika suatu saat dunia tak berjalan searah dengannya.

Jika semua itu tak akan pernah diizinkan, maka izinkan aku untuk... melupakannya saja.
Kamis, 26 Mei 2011 3 komentar

Sudah 2 tahun atau baru 2 tahun ?


Mei 2009 - Mei 2011
24 bulan sudah aku suka kamu
24 bulan sudah kamu tak pernah tahu jika di semesta ini ada aku yang suka kamu
24 bulan sudah perasaan yang tak pernah berkorelasi ini aku pendam
Ini Mei ketiga dimana aku masih punya perasaan yang sama.
Seandainya kamu tahu, sejak pertama kali jantungku bereaksi,
rasa ini, rasa yang aku punya ini, rasa yang selalu kupendam ini, hingga detik dimana aku membuat tulisan ini, kadarnya tak pernah berkurang.
Selalu sama, bahkan mungkin bertambah.
Satu hal yang ingin aku beritahu pada dunia adalah aku akan selalu sayang kamu. Entah suatu hari nanti kamu akan tahu atau mungkin tak akan pernah.
 
;